...Sharing for Life

Subtitle

Little Story

view:  full / summary

It's about Survive-Part 1

Posted by [email protected] on April 15, 2015 at 6:35 AM Comments comments (0)

Enam tahun yang lalu, aku mendapat pengalaman yang begitu berharga dalam hidupku

Tak semua orang beruntung bisa mendapatkan pengalaman itu

Di usia 15 tahun, aku belajar tentang tanggungjawab sebagai seorang kakak dan juga anak sulung di keluarga

Setelah bertahun-tahun tak pernah sakit dan selalu terlihat kuat, 

Malam itu ayahku sakit dan mau tidak mau harus menginap di rumah sakit dalam waktu yang belum ditentukan

Saat itu aku dan adikku satu-satunya tengah sama-sama mempersiapkan diri untuk mengikuti UNAS

Dengan kejadian itu mau tak mau ibuku harus 24 jam stand by menemani ayahku

Lalu bagaimana dengan rumah?dengan adik?

Saat itu pula akulah yang harus menggantikan posisi ibu di rumah

Memang tidak secara finansial,

Tapi saat itu juga, di tengah hiruk pikuknya persiapan UNAS

Aku hanya berdua dengan adikku dirumah, aku harus menggantikan posisi ibuku dirumah

Mulai dari yang biasanya hanya "membantu", kini benar menjadi tanggungjawabku

Dari hari itu, aku menjalani sendiri ujianku

Di malam hari saat adikku menangis karena tidak ada ayah dan ibu dirumah, aku lah yang harus menguatkan dirinya

Meski aku pun menangis dan sedih...

Selesai aku UNAS, ayahku pulang....

Semua terasa terbayar...Tapi sayang, menjelang UNAS adikku, ayahku kembali masuk ke rumah sakit untuk kedua kalinya

Ya, aku tak menyangka adikku di usianya yang masih 12 tahun harus menghadapi hal yang sama denganku

Di malam hari, hanya aku dan Allah SWT saja yang tahu bagaimana ia menangis dan setiap sholat dan doanya

Tiga hari UNAS berlalu, dan ayahku pun keluar dari rumah sakit

Never mind..setelahnya kondisi ayahku terus membaik, dan kehidupan keluargaku mulai kembali normal

Tapi yang menjadi masalah kemudian adalah finansial...

Di tengah semua kondisi dan keadaan saat itu, aku menyadari aku harus kuat untuk mereka

Ibuku tak mungkin berdiri tanpa sandaran yang kokoh dan adikku tak bisa bangkit tanpa tiang penyangga

Ayahku pun tak akan pulih tanpa dukungan dari kami semua

Dan pilihanku adalah menjadi kuat dan sebisa mungkin membantu finansial keluarga

Meskipun yang bisa kulakukan saat itu hanyalah belajar berjualan baju dengan membantu ibu berjualan baju di rumah

Ya....itu adalah jalan hidupku...dan aku menerimanya, karena aku percaya Allah SWT sayang padaku

Tiga tahun setelah ayahku sakit, kondisi keluarga kami sangat jauh membaik

Ayahku sudah bisa bekerja kembali, dan jualan baju ibuku tetap berjalan dengan lancar

Adikku pun sudah kembali menjadi remaja seperti dirinya dulu...

Ya...Allah SWT menunjukkan padaku bahwa selalu ada jalan-Nya untuk setiap cobaan yang diberikan...dan aku, aku sudahmembuktikan dan merasakannya sendiri:)

Happy Mother's Day:)

Posted by [email protected] on December 21, 2014 at 6:10 PM Comments comments (0)

20 tahun yang lalu aku terlahir dari rahim seorang wanita hebat

Darinya aku dididik dan dirawat hingga sebesar ini

Aku diajari membaca, menulis, makan dengan tangan sendiri

Diajari tentang toleransi, kejujuran, kebersamaan

Dididik tentang menghargai dan menghormati orang lain

Semua hal yang ada pada diriku adalah hasil didikannya..hasil ajarannya

Selain ayah, dialah orang pertama yang penting dalam hidupku

Ya dialah Ibu...

Tak akan cukup berlembar lembar kertas atau ribuan kata 

Untuk menulis jasa beliau dalam hidupku

Tak akan cukup jutaan terimakasih hanya untuk mengungkapkan betapa bahagianya aku menjadi putrimu

Tapi, terimakasih ibu..

Terimakasih untuk semuanya...

Semoga ibu selalu mendapatkan yang terbaik, menggapai semua mimpi yang dimiliki

Terimakasih ibu...selamat hari Ibu:D

5 years ago

Posted by [email protected] on November 7, 2014 at 8:15 PM Comments comments (0)

Terlahir sebagai anak pertama

Sulung dari 2 bersaudara

Maka sejak 5 tahun lalu aku menyadari kewajibanku

Sakitnya orang terpenting dalam hidupkku menyadarkakanku

Menyadarkan bahwa aku harus menggantikannya sesegera mungkin

Hal itu merubah semuanya..

Dari kehidupanku yang hanya bermain dan sibuk dengan berbagai kegiatan

Aku mulai menyadari aku harus belajar

Tapi akhirnya memang tak pernah lagi aku terlalu berpikir soal hal lain

Aku hanya ingin bisa memenuhi kewajibanku sebagai seorang anak

Cepat atau lambar aku harus mengambil peran itu

Dan doaku pada Tuhan hanya satu

Beri aku kelancaran dan kemudahan ya Tuhan

Agar aku bisa menjalankan dan melaksanakan apa yang memang harus aku lakukan

Alasan dan Perkara

Posted by [email protected] on November 1, 2014 at 7:35 AM Comments comments (0)

Saat semua luka harus ditutup dengan senyuman,

Maka harus ada alasan kuat untuk membuat itu nyata

Saat perih yang dirasa harus dilebur dengan rasa bahagia

Maka diperlukan sejuta perkara untuk menjadikannya satu

Apakah manis?

Jawabannya adalah bahwa pahit tak akan langsung hilang dengan gula bukan?

Bahkan rasa obat tak mudah hilang dengan garam

Ya, memang seharusnya sebelum membuat sejuta perkara dan alasan

Untuk bisa memperbaiki apa yang sudah terjadi,

Maka lebih baik menjaga senyuman dan tawa,

Agar semuanya akan terjadi dengan tulus,

Dengan begitu saja,

Bahkan tanpa diminta 

Kenali Dirimu

Posted by [email protected] on September 27, 2014 at 7:40 AM Comments comments (0)

Terkadang jadi hal yang biasa ketika kita mudah terpengaruh orang lain

Terkadang jadi hal yang lumrah melakukan suatu hal karena orang lain

Tapi tidak berarti sah kalau itu semua dilakukan atas dasar tidak mengenali diri kita

Bahkan parahnya lagi hingga sampai pada derajat tak punya prinsip

Terkadang itu semua akan membuat kita hilang ditelan arus

Berbagai pendapat dan omongan orang menjadi hal yang diperhatikan,

dan semua pendapat bisa jadi benar

Jadi, ada kalanya membawa prinsip akan lebih baik...dan memang biasanya begitu

Sehingga setiap kita bisa menyaring setiap perkataan dan menjadi kenal dengan diri kita


Rss_feed